Pengertian Rukun Iman

Pengertian Rukun Iman - Iman Dan Cabang-Cabangnya
Setiap manusia dihadapkan pada seribu satu ragam persoalan, karena jalan kehidupan tidak selalu lurus dan datar. Peruntungannya pun mustahil senantiasa berupa kemenangan dan kesenangan. Rahmat dan laknat, karunia dan bencana, tangis dan tawa selalu datang dan pergi silih berganti. Begitulah kodrat yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.

Benarlah perumpamaan Imam Ghozali, bahwa hidup di dunia ini bagai mengarungi lautan. Sewaktu-waktu dapat terombang-ambingkan oleh badai gelombang, terhempas ke sana ke mari, dalam pusaran ketidak pastian yang menakutkan. Menghadapi arus kehidupan yang demikian, masing-masing pastilah menyadari perlunya memiliki tiang pancang sebagai pegangan yang mapan, yakni "iman". Bagi kita kaum Muslim pokok pegangan dalam hidup dan kehidupan ini ialah kalimat thoyyibah: LAA ILAAHA ILLALLAAH (tiada Tuhan selain Allah). "Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik (kalimat tauhid/ thoyyibah) seperti pohon yang baik, akarnya kuat, dan cabangnya (menjulang) ke langit. (Pohon) itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan izin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk (kalimat syirik), seperti pohon yang buruk yang telah dicabut akar-akarnya dari permukaan bumi, tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun. Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim. Dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki." (QS. 14/ Ibrohim: 24-27)

Dari ayat tersebut, jelaslah bahwa kondisi dan fungsi orang beriman bagai pohon yang besar yakni:
1.       berdiri tegak dan kuat, tidak terombang-ambing oleh angin. Maksudnya, tidak mudah terpengaruh situasi, tidak gampang terhasut, dan tidak plin plan.
2.       menjadi tempat berteduh, yakni memberikan perlindungan kepada sesama manusia yang membutuhkannya.
3.       buahnya bisa dinikmati oleh orang lain, yakni perilakunya selalu menyenangkan dan menguntungkan sesama manusia.

Kepada siapakah kita harus beriman? Dijelaskan dalam Al-Qur'an, Katakanlah (Muhammad): "Wahai manusia, sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, (Allah) yang memiliki kerajaan langit dan bumi, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rosul-Nya, (yaitu) Nabi yang Ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, agar kamu dapat petunjuk." (QS. 71/Al-A'rof: 158) Nabi Muhammad Rosulullah saw. bersabda, "Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, setiap orang yang telah mendengar risalahku, baik ia Yahudi atau Nasrani, kemudian ia mati tanpa iman dengan risalahku itu, maka ia pasti masuk neraka." (HR. Muslim)

Meskipun beriman kepada Allah SWT dan Rosul-Nya adalah suatu keharusan, namun kita dilarang memaksa orang lain agar beriman, "Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang di muka bumi seluruhnya. Tetapi apakah kamu (hendak) memaksa manusia agar mereka menjadi orang-orang yang beriman?" (QS. 10/Yunus: 99) Sebab orang beriman itu semata-mata atas izin Allah SWT. "Dan tidak seorang pun akan beriman kecuali dengan izin Allah, dan Allah menimpakan azab kepada orang-orang yang tidak mengerti". (QS. 10/ Yunus: 100)

Perlu diketahui bahwa orang yang beriman, pasti akan diuji keimanannya, Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan: "Kami telah beriman", dan mereka tidak diuji? Dan sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta. (QS. 29/ Al Ankabut: 2-3)

Apakah yang akan diperoleh oleh orang beriman? orang beriman dan beramal saleh akan mendapat beberapa keuntungan, antara lain:
1.       menempati derajat paling tinggi (QS. 3/Ali Imron: 139)
2.       mendapat petunjuk dari Allah SWT (QS. 10/Yunus: 9), untuk mengerjakan amal-amal baik yang dapat mengantarkannya ke surga.
3.       dibersihkan dosa-dosanya (QS. 3/Ali Imron: 141)
4.       dijauhkan dari azab yang menghinakan di dunia. (QS. 10/Yunus: 98)
5.       mendapat pertolongan dari Allah SWT, baik selama di dunia maupun diakhirat kelak(QS. 40/ Al-Mu'min: 51)
6.       tidak dirundung ketakutan dan kesedihan, karena orang beriman percaya bahwa Allah SWT selalu memberikan yang terbaik (QS.2/ Al-Baqoroh: 277)
7.       memiliki rasa kasih sayang (QS. 19/Maryam: 96)
8.       memperoleh pahala di sisi Allah (QS. 2/ Al-Baqoroh: 103)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Contoh Dakwah Islam - Artikel Populer