Contoh Dakwah Islam : Agama Islam

Contoh Dakwah Islam - ISLAM adalah agama yang berasal dari Allah SWT yang diturunkan melalui utusanya Muhammad saw. Ajaran-ajaran Islam tertuang dalam Al Quran dan As-sunnah, berupa petunjuk-petunjuk, perintah-perintah, dan larangan-larangan demi kebaikan manusia. Itulah sebabnya Agama yang diterima di sisi Allah SWT hanyalah Islam. “Sungguhnya agama di sisi Allah adalah Islam.” (QS. 3/Ali Imron: 19) “Barang siapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang orang yang rugi.” (QS.3/Ali Imron:85) “ Pada hari ini telah aku sempurnakan agamamu untukmu dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhoi Islam sebagai agamamu. Tetapi barangsiapa terpaksa karena lapar  bukan karena ingin berbuat dosa, maka sungguh Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.” (QS.5/Al Maidah: 3) Yang dimaksud “terpaksa” dalam ayat tersebut adalah jika dalam keadaan darurat sama sekali tidak menemukan makanan yang halal maka kita boleh memakan makanan yang diharamkan sekedarnya.

Memeluk Islam berarti mendapat hidayah. "Maka apakah orang-orang yang dibukakan hatinya oleh Allah untuk (menerima) agama Islam lalu dia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang hatinya membatu)? Maka celakalah mereka yang hatinya telah membatu untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata." (QS. 39/Az-Zumar: 22) Memeluk Islam juga berarti mengikuti wasiat Nabi Ibrohim As. "Dan Ibrohim mewasiatkan (ucapan) itu kepada anak¬anaknya, demikian pula Ya'kub. "Wahai anak-anakku, sesungguhnya Allah telah memilih agama ini (Islam) untukmu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim." (QS. 2/Al-Baqoroh: 132)

Dalam beragama kita tidak boleh setengah-setengah, melainkan haruslah sepenuhnya. Allah memerintahkan kita agar memeluk agama Islam seutuhnya dan secara ikhlas "Wahai orang-orang yang beriman, masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh ia musuh yang nyata bagimu". (QS. 2/Al-Bagoroh: 208). "Dan (aku diperintah): "Hadapkanlah wajahmu kepada agama dengan tulus dan ikhlas. Dan jangan sekali-kali kamu termasuk orang musyrik". (QS. 10/Yunus: 105)

Makna Islam
Kata Islam berasal dari bahasa Arab: aslama, yuslimu, islam. Ditinjau dari segi bahasa, Islam memiliki beberapa arti :
1.       Islam berarti taat /patuh, dan berserah diri kepada Allah SWT.
2.       Islam berarti damai dan kasih-sayang. Maksudnya, agama Islam mengajarkan perdamaian dan kasih-sayang bagi umat manusia tanpa memandang warna kulit, agama, dan status sosial. Oleh karenanya Islam tidak membenarkan adanya penjajahan.
Sampai saat ini terbukti bahwa, jika umat Islam mencapai jumlah mayoritas dalam suatu negara, maka umat lain yang minoritas dapat menikmati hidup damai dan sejahtera karena umat Islam mengulurkan persahabatan dan memberikan kasihsayang. Sebaliknya, yang sering terjadi, apabila umat Islam menjadi bagian terkecil di suatu bangsa atau negara maka sering dijadikan bulan-bulanan. Contohnya tragedi yang pernah terjadi di India, di Pilipina (kaum Islam Moro) dan yang terakhir di Bosnia awal tahun 1990-an, yakni pembasmian umat Islam oleh umat lain.
3.       Islam berarti selamat, maksudnya Islam merupakan petunjuk untuk memperoleh keselamatan hidup baik di dunia maupun di akhirat kelak. Itulah sebabnya salam (kalimat bertegur sapa) dalam Islam adalah Assalamu'alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh (Semoga Allah melimpahkan keselamatan dan kesejahteraan-Nya padamu).

Ditinjau dari segi pengertian istilah, menurut Drs. Humaidi Tatapangarsa dalam bukunya Kuliah Aqidah Legkap (Bina Ilmu, Surabaya:1979), Islam memiliki dua macam pengertian: Pengertian khusus dan pengertian umum.
1.       Islam menurut pengertian khusus adalah agama yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Rosulullah saw.
2.       Menurut pengertian umum, Islam adalah agama yang diajarkan oleh semua Nabi dan Rosul Allah SWT dari mulai Nabi Adam as. sampai Muhammad saw. Akan tetapi yang dinamakan Islam itu agama yang masih murni/asli sesuai yang diajarkan oleh para Nabi dan Rosul. Apabila ajaran tersebut sudah berubah dari aslinya, seperti yang terjadi pada agama Nasrani/Kristen yang melenceng dari ajaran Nabi Isa as. dan agama bangsa Yahudi sekarang ini yang melenceng dari ajaran Nabi Musa as., maka tidak lagi bisa disebut Islam.


Petunjuk bahwa semua Nabi dan Rosul sebelum Nabi Muhammad saw juga mengajarkan Islam dapat ditemui dalam
Al-Qur'an dan Injil Markus. Ayat-ayat yang menyatakan hal tersebut dalam Al-Qur'an, antara lain:
1.       Surat 3/Ali Imron: 52. Maka ketika Isa merasakan keingkaran mereka (Bani Israil), dia bertanya, "Siapakah yang akan menjadi penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?" Para Hawariyyun (sahabat setianya) menjawab: "Kamilah penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang muslim".
2.       Surat 3/Ali Imron: 67. "Ibrohim bukanlah seorang Yahudi, dan bukan (pula) seorang Nasrani, tetapi dia adalah seorang yang lurus, muslim, dan dia tidak termasuk orang-orang musyrik." Yang dimaksud "lurus" dalam ayat ini adalah jauh dari syirik (mempersekutukan Allah SWT), dan jauh dari kesesatan.
Allah SWT mewahyukan ayat ini sebagai bantahan atas anggapan orang Yahudi yang menyatakan bahwa Nabi Ibrohim adalah golongannya, demikian pula pernyataan orang Nasrani (Kristen)
3.       Surat 3/Ali Imron: 84. Katakanlah (Muhammad): "Kami beriman kepada Allah, dan kepada apa yang diturunkan kepada kami, dan yang diturunkan kepada Ibrohim, Ismail, Ishaq, Ya' qub, dan anak cucunya,serta apa yang diberikan kepada Musa, Isa, dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka, dan hanya kepada-Nya kami berserah diri."
4.       Surat 10/Yunus: 84. Dan Musa berkata: "Wahai kaumku, apabila kamu beriman kepada Allah, maka bertawakkallah kepada-Nya, jika kamu benar-benar orang muslim (berserah,diri)."

Ayat-ayat dalam Injil Markus yang menerangkan bahwa semua nabi dan rosul sebelum Nabi Muhammad Saw jugamengajarkan Islam adalah pasal 12 ayat 28-34 seperti yang dikutip oleh Dedy Suardi dalam bukunya Vibrasi TauhidMeresonansi Ke Esaan Tuhan (Remaja Rosdakarya, Bandung 1994). Dalam pasal 12 ayat 28-34 tersurat percakapan Nabi Isa as dengan seorang ahli Taurat, sebagai berikut:
Ayat 28: Maka datanglah seorang ahli Taurat; setelah didengarkannya bagaimana mereka itu berbalah-balah sedang diketahuinya bahwa Yesus telah memberikan jawab yang baik, lantas ia menyoal pula, katanya: "Hukum yang manakah dikatakan yang terutama sekali?
Ayat 29: Maka jawab Yesus kepadanya: "Hukum yang terutama inilah. Dengarlah olehmu hai Israil, adapun Allah Tuhan kita ialah Tuhan Yang Maha Esa."
Ayat 30: Maka hendaklah engkau mengasihi Allah Tuhanmu dengan sebulat-bulat hatimu, dengan segenap jiwamu, dengan sepenuh akal budimu, dan dengan segala kuatmu.
Ayat 31: Dan yang kedua inilah: "Hendaklah engkau mengasihi sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Maka tiadalah hukum lain yang lebih besar daripada kedua hukum ini.
Ayat 32: Lantas kata ahli Taurat itu kepadanya: "Ya Guru, amat benarlah segala kata guru, bahwa Allah itu Esa adanya dan tiada yang lain melainkan Dia."
Ayat 33: Dan hal mengasihi Tuhan sebulat hati, dan dengan sepenuh akal budi, dan dengan segenap akal jiwa, dan dengan segala kuat, dan lagi mengasihi manusia seperti diri sendiri, itulah terutama dari segala kurban bakaran dan persembahan sembelihan.
Ayat 34: Apabila Yesus melihat bahwa ia sudah menyahut dengan bijaksana, berkatalah ia kepadanya: "Engkau tiada jauh lagi daripada kerajaan Allah. Maka tiada seorangpun berani menyoal dia lagi."

Seseorang yang memproklamirkan diri memeluk Islam, maka wajib mengamalkan Rukun Islam yang lima, yakni:
1.       mengikrarkan syahadat, secara lisan sekaligus meyakini dalam hati sebagai kesaksian dan pengakuan atas Tuhan Allah SWT Yang Maha Esa, dan Kerosulan Nabi Muhammad Saw. Karena itu kalimat syahadat terdiri dari dua macam:
a.       Syahadat tauhid, yaitu pengakuan atas keesaan Allah SWT
ASYHADU AN-LAA ILAAHA ILLALLAAH(aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah).
b.      Syahadat rosul, yaitu mengakui bahwa Nabi Muhammad saw adalah rosul atau utusan Allah SWT.
WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR ROSULULLAAH (dan aku bersaksi, bahwa Nabi Muhammad utusan Allah SWT).
2.       mendirikan sholat wajib yang lima waktu;
3.       mengeluarkan zakat;
4.       melaksanakan puasa; dan
5.       pergi haji, apabila sudah memenuhi syarat yang sudah ditetapkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Contoh Dakwah Islam - Artikel Populer