Cerita Sahabat Nabi

Cerita Sahabat Nabi - Sahabat-Sahabat Rosulullah Saw

Sahabat adalah tokoh-tokoh Islam yang hidup sezaman dengan Nabi Muhammad Rosulullah saw, dan turut serta berjuang menegakkan Islam bersama beliau. Tentang kualitas keimanan dan ketakwaan mereka, Nabi saw. bersabda, "Sebaik-baik manusia adalah generasiku (para sahabat Nabi saw.), kernudian orang-orang yang sesudah mereka (para Tabi'in), lalu orang-orang sesudah mereka lagi (Tabi'it Tabi'in). Setelah itu datanglah golongan-golongan yang kesaksian mereka mendahului sumpahnya, dan sumpahnya mendahului sumpahnya". (HR. Bukhori dan Muslim)

Selain keempat kholifah dalam artikel sebelumnya, masih banyak Sahabat yang perlu dikenang karena perjuangannya yang gigih dalam menegakkan Islam.

Sahabat Muhammad Rosulullah saw., digolongkan dalam dua kelompok.

1. Kaum Muhajirin, ialah sahabat Nabi yang berasal dari Mekah dan berhijrah ke Madinah untuk menghindari kekejaman kaum kafir Quraisy. "Dan ingatlah (wahai para muhajirin) ketika kamu masih sedikit, lagi tertindas di muka bumi (Mekah), kamu takut orang-orang akan menculikmu, maka Allah memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan memperkuat kamu dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur." (QS. 8/Al-Anfal: 26)

2. Kaum Anshor, ialah orang-orang Islam penduduk asli Madinah yang menyambut baik kehadiran para Muhajirin, kemudian saling bahu-membahu menegakkan Islam. "Dan orang-orang yang menyiapkan rumah sebelum kedatangan mereka (Muhajirin), mereka menyayangi orang-orang yang hijrah/pindah kepada mereka dan di dalam dada mereka tidak ada suatu keinginanpun terhadap apa-apa yang telah diberikan (harta pampasan) kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang Muhajirin) atas (kepentingan) mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang terpelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan." (QS. 59/Al-Hasyr: 9)

10 Sahabat Muhammad Rosulullah Saw.
Jumlah sahabat Muhammad Rosulullah saw. yang setia dan berjasa bagi tegaknya Islam sangat banyak. Sepuluh orang di antara mereka yang cukup menonjol sebagai berikut:

1. Abdullah bin Mas'ud.ra.
Anak dari Ummu 'Abdin ini semula budak milik Uqbah bin Mu'aith. Perkenalannya dengan Rosulullah saw sangat unik. Abdullah bin Mas'ud mengisahkan bahwa ketika itu ia masih remaja, menggembalakan kambing kepunyaan 'Uqbah bin Mu'aith. Lalu datanglah Nabi saw. bersama Abu Bakar. Beliau bertanya. "Hai nak, apakah engkau mempunyai susu untuk kami minum?" Abdullah bin Mas'ud katakan, "Aku orang kepercayaan. Tidak mungkin memberi minum anda berdua."

Nabi saw. bertanya: "Apakah kamu punya kambing betina, yang belum dikawini oleh yang jantan?" Abdullah bin Mas'ud katakan: "Ada". Kemudian ia membawa kambing yang dimaksud kepada mereka. Kambing itu diikat kakinya oleh Nabi, lalu disapu susunya sambil memohon kepada Allah. Seketika itu menggelembung dan berair banyak. Lantas Abu Bakar mengambilkan batu cembung yang digunakan Nabi menampung perahan susu. Abu Bakar dan Abdullah bin Mas'ud turut meminumnya. Setelah itu Nabi memerintahkan kepada susu kambing, Maka susu itu menjadi kempis.

Setelah peristiwa itu Abdullah bin Mas'ud datang menjumpai Nabi, dan memohon, "Ajarkanlah kepadaku kata-kata tersebut." Nabi saw mengatakan, "Engkau akan menjadi seorang anak yang terpelajar.

Apa yang disabdakan Nabi saw. tersebut, di kemudian hari menjadi kenyataan. Dalam perjalanan keimanannya, Abdullah bin Mas'ud tampil sebagai salah seorang tokoh Islam. Ialah pengumandang Al-Qur'an pertama kali dengan suara merdu. Sedemikian merdu dan bagus bacaannya, sampai Muhammad Rosulullah saw. menitikkan air mata mendengarnya. Karena kesalehan, ketakwaan, serta kehebatannya dalam ilmu Al-Qur'an dan Fiqih, ia menjadi sahabat tersayang Rosulullah saw. sampai mendapat izin bebas keluar masuk rumah beliau.

2. Abu Huroiroh ra.
Ia adalah seorang yatim yang miskin. Semula ia pembantu Busroh binti Ghozwan. Ia datang menghadap dan berbai'at kepada Muhammad Rosulullah saw., ketika beliau berada di Khoibar. Itu ia lakukan atas dorongan rindu kepada Rosulullah saw. yang telah menyebarkan ajaran penuh damai dan kasihsayang. Jadilah ia termasuk orang-orang yang masuk Islam di hari kemudian, tepatnya pada tahun ketujuh hijrah. Sekalipun demikian sejak menyatakan diri memeluk Islam, ia nyaris tidak pernah berpisah dengan Nabi saw., kecuali pada waktu tidur. Hal itu berlangsung sampai empat tahun hingga wafatnya Nabi saw.

Berkat daya ingatnya yang kuat, Abu Huroiroh menjadi sahabat yang paling banyak menghafal hadis. Tentu saja karena ia juga selalu mendampingi Nabi kemana pun beliau pergi. Dan setelah Rosulullah saw. wafat, ia terus-menerus menyampaikan hadis-hadits, sampai-sampai para sahabat curiga, dari mana datangnya hadits-hadits Abu Huroiroh, dan kapan ia mendengar dari Nabi? Menghadapi hal ini Abu Huroiroh ra. menerangkan, "Sungguh kalian mengemukakan bahwa Abu Huroiroh terlampau banyak meriwayatkan hadits dari Rosulullah saw. Sungguh saya ini seorang miskin yang selalu mengikuti Rosulullah saw. dengan perut kenyang. Sementara kaum Muhajirin disibukkan oleh urusan jual-beli di pasar, sedangkan kaum Anshor sibuk mengurus harta benda mereka. Saya selalu hadir di dekat Rosulullah saw. Suatu hari beliau bersabda: 'Barangsiapa mengembangkan cadarnya sampai selesai ucapanku, sesudah itu melipatnya, maka dia tidak akan lupa sedikitpun apa yang didengarnya dariku'. Lalu mantel yang saya pakai selalu saya kembangkan (setiap Rosulullah saw. menyampaikan petuahnya). Demi Allah yang mengutus beliau membawa kebenaran, saya tidak lupa sedikit pun apa yang saya dengar dari beliau". (HR. Bukhori) Karena Abu Huroiroh ra. selalu mengikuti Rosulullah saw. kemanapun beliau pergi, maka ia tidak memiliki kesempatan mencari nafkah. Oleh karena itu makan dan minumnya diberi oleh Rosulullah saw.

3. Bilal bin Robah ra.
Ia adalah seorang Habsyi dari golongan kulit hitam yang menjadi budak Umayah bin Kholaf, salah seorang pemuka Bani Jum'ah. Seringnya kekhawatiran Umayah terhadap kebenaran yang dibawa oleh Nabi saw, menjadikan Bilal tertarik memeluk Islam. Setelah menyatakan diri memeluk Islam, Bilal menerima berbagai macam siksaan dari tuannya. Tidak jarang pada siang hari, dengan dada telanjang ia direbahkan di pasir gurun yang panas lalu dicambuk bertubi-tubi. Melihat Bilal masih juga mewiridkan "Allahu ahad, Allahu ahad (Allah Maha Esa, Allah Maha Esa) ..." siksaan terhadapnya diperberat. Umayah memerintahkan para algojonya menindihkan batu besar di atas tubuh Bilal, seraya menjanjikan kebebasan apabila Bilal bersedia kembali mengakui Lata dan Uzza. Namun Bilal bersikukuh pada pendiriannya, tetap memeluk Islam.
Berhari-hari Bilal menerima siksaan yang teramat berat, sampai tiba saat Abu Bakar ra. memerdekakannya.

Sejak itu Bilal menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kaum muslim. Ia turut hijrah dan menetap di Madinah. Dan sewaktu Muhammad Rosulullah saw mensyari'atkan adzan sebagai panggilan sholat lima waktu, Bilal terpilih sebagai muadzin (orang yang mengumandangkan adzan). Suaranya yang merdu dan empuk, menggetarkan kalbu setiap orang yang beriman. Karenanya ia mendapat julukan muadzin Rosulullah saw. Dan pada Perang Badar, atas kehendak Allah SWT, Bilal berhasil membunuh Umayah bersama algojonya yang pernah melakukan penyiksaan terhadap dirinya.

4. Hamzah bin Abdul Mutholib ra.
Ia adalah paman Rosulullah saw. yang menjadi salah seorang tokoh muda Suku Bangsa Quraisy. Ia terkenal sangat cerdas, dan memiliki pendirian yang teguh.

Sejak Rosulullah saw. meyebarkan agama Islam, sesungguhnya Hamzah telah mengakui kebenarannya. Akan tetapi kedudukannya sebagai tokoh Quraisy yang terpandang sempat membuatnya bimbang. Baru setelah mengetahui Nabi dihina-hinakan segenap pemuka kaum kafir Quraisy, ia tergerak membelanya. Tidak lama kemudian ia pun menyatakan diri memeluk Islam dan membaktikan diri sepenuhnya pada Allah SWT. Sejak keislaman Hamzah orang-orang yang beriman mulai dihormati oleh orang-orang kafir Quraisy.

Hamzah sangat berjasa dalam Perang Badar dan Perang Uhud. Keberanian, kelincahan, dan keberingasannya di medan perang sangat mengagumkan. Maka pantaslah jika ia mendapat julukan "Singa Allah". Nama Hamzah kian semerbak sebagai syuhada dalam Perang Uhud oleh tombak Wahsyi, seorang budak suruhan Hindun binti 'Utbah, istri Abu Sufyan. Kelak di kemudian hari, Wahsyi memeluk Islam.

5. Kholid Ibnul Walid ra.
Semula ia seorang kafir yang sangat menentang kehadiran ajaran Islam. Sikap tersebut dilampiaskannya dalam Perang Uhud, ia menjelma sebagai pembunuh yang kejam, dan sempat menggetarkan hati orang-orang beriman. Namun setelah memeluk Islam ia menjadi ujung tombak pasukan muslim yang sangat diperhitungkan lawan.

Kholid Ibnul Walid memeluk Islam atas kesadarannya sendiri, setelah merenungkan bahwa ajaran yang dibawa Rosulullah saw. semakin nyata kebenarannya. Lalu ia mengajak Utsman bin Tholhah menghadap Rosullullah saw. di Madinah. Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan 'Amr bin Ash, akhirnya mereka bertiga ke Madinah. Kholid menyatakan keislamannya langsung di hadapan Rasulullah saw. "Aku berbai'at kepada engkau, ya Rosulullah. Mohon Engkau memintakan ampun untukku atas segala kekejamanku di masa lalu yang menghalangi jalan menuju Allah." Muhammad Rosulullah saw. menerangkan, "Sesungguhnya keislaman itu telah menghapuskan segala perbuatan yang lampau." Kholid masih belum puas, "Sekalipun demikian ya Rosulullah..." Seketika Nabi saw. berdoa, "Ya Allah, aku mohon engkau ampuni dosa Kholid Ibnul Walid terhadap tindakannya menghalangi jalan-Mu pada masa lalu." Tindakan Kholid memeluk Islam diikuti oleh 'Amr bin Ash dan Utsman bin Tholhah.

Karena kehebatannya dalam medan perang sudah terkenal sebelum memeluk Islam, maka Kholid dipercaya memegang tongkat komando barisan kaum Muslim dalam Perang Muktah. Prestasinya dalam perang ini sangat mengagumkan. Berkat kamatangannya mengatur strategi, jumlah pasukan Islam yang tinggal separohnya dapat diselamatkan, bahkan berhasil meraih kemenangan. Sejak itulah ia selalu dipercaya menjadi panglima dalam perang-perang berikutnya. Juga pada masa Kholifah Abu Bakar dalam perang menumpas nabi-nabi palsu, dan orang-orang yang murtad setelah Nabi saw. wafat. Kholid juga berjasa dalam membebaskan Irak dari cengkeraman Kekaisaran Persia dan tanah Syiria dari jajahan Romawi. Ia salah satu sahabat yang disegani kawan dan ditakuti lawan. Wajar jika para sahabat menobatkannya sebagai "Pedang Allah".

6. Khubaib bin 'Adi ra.
Ia seorang pemuka Anshor yang terkenal berjiwa bersih, terbuka, dan beriman teguh. Lebih dari itu, menurut Hassan bin Tsabit, ia seorang yang lapang dada namun tegas dan keras.

Khubaib bin 'Adi tercatat sebagai salah seorang pahlawan dalam Perang Badar karena berhasil membunuh seeorang pemimpin kaum kafir Quraisy bernama Harits bin 'Amir bin Naufal. Usai perang, ia bersama sembilan sahabat lainnya diperintahkan oleh Muhammad Rosulullah saw pergi ke Mekah, mencari informasi persiapan apa yang dilakukan kaum kafir Quraisy untuk menebus kekalahan mereka dalam Perang Badar. Di tengah perjalanan mereka diserang Suku Bani Hayan. Delapan sahabat syahid terpanah, sedangkan Khubaib dan Zaid bin Ditsinnah tertangkap dan dibawa ke Mekah.

Tertangkapnya Khubaib merupakan berita gembira bagi anak-anak Harits bin 'Amir bin Naufal. Mereka kemudian membeli Khubaib bin 'Adi guna melampiaskan dendam atas kematian ayah mereka. Selanjutnya Khubaib dikurung dalam keadaan terikat pada sebuah tiang besi, sementara anak-anak Harits bin 'Amir bin Naufal masih mencari bentuk penyiksaan untuknya. Menghadapi kenyataan ini, Khubaib menyerahkan hidup dan matinya kepada Allah SWT dengan senantiasa berdzikir dan berdoa kepada-Nya. Dan Allah menyayangi orang-orang yang selalu mendekatkan diri kepada-Nya. Ini terbukti dari sebuah keajaiban yang dialami oleh Khubaib.

Suatu waktu seorang putri Harits bin 'Amir menengok Khubaib di penjaranya. Ia terkejut ketika melihat Khubaib menggenggam setangkai anggur besar nan segar, sambil memakannya. Putri Harits itu segera memanggil orang-orang Mekah di sekitarnya. Lalu berkata: "Padahal di Mekah tidak ada sebiji anggur pun. Saya yakin itu rezeki dari Allah yang diberikan kepada Khubaib."

Sekalipun demikian, kesadaran orang-orang kafir Quraisy tidak tergugah untuk memeluk Islam. Mereka berusaha keras membujuk Khubaib agar mengingkari Rosulullah saw. Dan setelah usaha mereka mengkafirkan Khubaib gagal, anak-anak Harits bin 'Amir bin Naufal mengikat Khubaib di tiang salib dan menyiksanya hingga wafat. Ialah satu-satunya sahabat yang syahid di tiang salib.

Sebelum menghembuskan nafas yang terakhir, Khubaib sempat memohon kepada Allah agar memberitahukan nasibnya kepada Rosulullah saw. Allah SWT mengabulkan permohonannya. Rosulullah saw. yang ketika itu berada di Madinah diliputi perasaan kuat yang memberitahu beliau bahwa sembilan utusannya yang pergi ke Mekah menghadapi bahaya dan terbayang oleh beliau tubuh seorang di antara mereka tergantung di angkasa. Maka beliau memerintahkan Miqdad bin Amar bin Zubair bin Awwan agar segera pergi ke Mekah. Atas petunjuk Allah pula mereka berdua menemukan tempat penyaliban Khubaib, lantas mengurus jenazahnya.

7. Mu'adz bin Jabal ra.
Ia adalah seorang pemuda Anshor yang tampan, pendiam, dan berahlak mulia. Selain itu ia terkenal cerdas, cermat, dan berani mengemukakan pendapat.

Mu'adz berbai'at kepada Muhammad Rosulullah saw. pada perjanjian Aqobah kedua, hingga termasuk golongan pertama yang memeluk Islam (Assabiqunal Awwalun). Keluasan pengetahuan Mu'adz membuatnya termasyhur sebagai cendekiawan muslim. Dan keahliaannya dalam ilmu fiqh, mendapat pujian dari Rosulullah saw. sebagai orang yang paling tahu tentang yang halal dan yang haram di antara umatnya.

Mu'adz menguasai hukum-hukum Islam sejak masih muda. Hal itu bisa disimak dari penuturan Abu Muslim Khoulani. "Saya masuk ke masjid Hamzah. Saya dapati sekelompok orang tua sedang duduk, dan di tengah-tengah mereka duduk seorang pemuda yang berkilat giginya. Anak muda itu hanya terdiam. Namun jika orang-orang tua itu ragu mengenai suatu masalah, mereka berpaling dan bertanya kepada anak muda tersebut. Kepada seorang teman akrab, saya bertanya. "Siapakah anak muda itu?" Temanku menjawab. "Itulah Mu'adz bin Jabal." Seketika dalam hatiku tumbuh perasaan suka dan sayang kepadanya.

Ia adalah pemuda Quraisy yang tampan, cerdas, berahlak mulia dan terpandang. Ia menyatakan diri memeluk Islam setelah merasakan kebenaran ajaran yang disampaikan oleh Muhammad Rosulullah saw pada setiap pertemuan di rumah Arqom bin Abil Arqom di Bukit Shofa. Perjalanan keimanannya dipenuhi dengan cobaan yang tidak ringan. Ia pernah dikurung di tempat terpencil oleh ibunya, Khunas binti Malik, seorang pemuka Quraisy. Lebih dari itu ia tidak lagi diberi tunjangan sandang pangan yang menjadi haknya sebagai anak.

Betapapun pahit penderitaan yang dialaminya, Mush'ab tidak sudi kembali ke agama berhala. Baginya, kebenaran dalam aqidah lebih dari segalanya. Karenanya, ia yang biasa hidup dalam gelimang kemewahan, rela menderita demi kebenaran ajaran Islam. Berkat kepribadiannya yang menawan, Mush'ab dipercaya Nabi saw. menyampaikan ajaran Islam kepada penduduk Kota Madinah. Amanat tersebut dapat dilaksanakan oleh Mush'ab dengan sukses, sekalipun ia sering menghadapi rintangan yang membahayakan. Dan ia menyempurnakan keharuman namanya dalam Perang Uhud, gugur sebagai syuhada.

9. Ammar bin Yasir ra.
Ia adalah putra dari Yasir bin 'Amir dan Sumaiyyah binti Khoyyah, seorang budak Hudzaifah. Bertiga mereka termasuk orang-orang yang pertama masuk Islam. Sebagaimana pemeluk Islam yang mula-mula lainnya, mereka tidak luput dari siksa kaum kafir Quraisy. Yang ditugaskan menyiksa keluarga Yasir ini, ialah Bani (keluarga) Makhzum. Keteguhan iman mereka tidak tergoyahkan oleh beragam siksaan yang amat dahsyat. Sedemikian berat siksa yang mereka terima, sampai Muhammad Rosulullah saw. bersabda, "Sabarlah wahai keluarga Yasir, ternpat yang telah dijanjikan bagi kalian, adalah surga."

Siksa yang paling berat adalah yang diterima oleh Ammar bin Yasir. Ia pernah dicambuk, dipanggang, dan ditenggelamkan dalam air sampai pingsan. Sekalipun demikian imannya tidak pernah pudar. Bahkan keyakinannya kepada Allah SWT dan Rosulullah saw semakin membaja. Setelah dibebaskan, Ammar bin Yasir benar-benar mengabdikan dirinya kepada Allah SWT sepenuhnya. Maka jadilah seorang sahabat yang sangat disayangi oleh Rasulullah saw.

10. Zaid bin Tsabit ra.

Ia adalah seorang Anshor yang sangat cerdas. Ia menyatakan diri memeluk Islam pada usia sebelas tahun, bersama keluarganya ketika Muhammad Rosulullah saw berhijrah ke Madinah.

Sejak memeluk Islam, sekalipun masih anak-anak Zaid telah mendarmabaktikan dirinya kepada Allah SWT dan Rosul-Nya. Oleh karena itu ia memohon kepada Rosulullah saw. agar diikutsertakan memperkuat barisan tentara muslim dalam Perang Badar. Keinginannya tersebut ditolak secara halus, mengingat usianya yang masih belia. Pada waktu Perang Uhud pun, ia memohon agar diikutsertakan berjuang, sekali lagi Rosulullah saw. menolaknya. Baru pada waktu kaum muslimin menghadapi kaum kafir Quraisy dalam Perang Khondaq ia diikutsertakan.

Dalam perjalanan keimanannya, Zaid tumbuh menjadi seorang ilmuwan yang banyak memiliki kelebihan. Ialah yang menuliskan wahyu untuk Rosulullah saw. dan terus-menerus menghafalkannya. Kemudian ketika Rosulullah saw. menyiarkan dakwahnya ke luar wilayah tanah Arab, dengan cara mengirimkan surat kepada raja-raja dan kaisar-kaisar, maka Zaid yang diperintahkan mempelajari bahasa asing, dan ia berhasil melaksanakannya dengan baik. Penguasaannya terhadap wahyu-wahyu Allah, dikemudian hari, menjadikannya sebagai orang kepercayaan Kholifah Abu Bakar ra. untuk menghimpun ayat-ayat Al-Qur'an seperti yang kita baca sekarang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Contoh Dakwah Islam - Artikel Populer