Perbedaan Nabi dan Rasul

Perbedaan nabi dan rasul - Nabi Dan Rosul

Nabi dan rosul adalah manusia-manusia pilihan yang bertugas memberi petunjuk kepada umat manusia tentang keesaan Allah SWT, dan membina mereka agar melaksanakan ajaran-Nya. Perbedaannya, seorang Nabi menerima wahyu dari Allah SWT untuk dirinya sendiri tanpa berkewajiban menyampaikannya kepada orang lain. Sedangkan Rosul adalah seorang Nabi yang diutus menyampaikan wahyu kepada umatnya.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an: "Rosul-rosul itu Kami lebihkan sebagian mereka dari sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berfirman (langsung) dengannya dan sebagian lagi ada ditinggikan-Nya beberapa derajat." (QS. 2/Al Baqoroh: 253) "Sungguh Kami telah memberikan kelebihan kepada sebagian nabi-nabi atas sebagian yang lain)." (QS. 17/Al Isro': 55) Kedua ayat tersebut menegaskan bahwa masing-masing nabi dan rosul memiliki kelebihan sendiri-sendiri. Kelebihan Nabi Muhammad saw. adalah sebagai pemimpin seluruh umat manusia, dan diberi mukjizat Al-Qur'an.

Ciri-ciri nabi dan rosul dilukiskan dalam Al Qur'an, "(ialah) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah (syariat-syariat) Allah, mereka takut kepada-Nya, dan tidak merasa takut pada siapa pun selain Allah." (QS. 33/Al Ahzab: 39) Selebihnya, nabi dan rosul itu hanyalah manusia biasa. Rosul-rosul mereka berkata kepada mereka, "Kami hanyalah manusia seperti kamu, namun Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Tidak pantas bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu melainkan dengan izin Allah." (QS. 14/Ibrohim: 11)

Allah mengutus rosul dengan hidayah dan agama. "Dialah yang mengutus Rosul-Nya dengan petunjuk (Al-Qur'an) dan agama yang benar untuk diunggulkan atas segala agama, walau orang-orang musyrik tidak menyukai." (QS. 9/ At-Taubah: 33) Sungguh, Kamilah yang mengutus rosul-rosul, sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sungguh Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui. (QS. 44/ Ad-Dukhon: 5-6)

Sebagai umat Islam, kita wajib mentaati Nabi Muhammad Rosulullah saw. Katakanlah (Muhammad), "Taatilah Allah dan rosul. Jika kamu berpaling, ketahuilah bahwa Allah tidak menyukai orang-orang kafir." (QS. 3/Ali Imron: 32) "Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah rosul, serta ulil amri (pemegang kekuasaan) di antaramu." (QS. 4/An-Nisa': 59) Tentu saja para pemegang kekuasaan yang harus kita taati adalah yang kebijakannya tidak bertentangan dengan Al-Qur'an dan Sunnah rosul.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Contoh Dakwah Islam - Artikel Populer