10 Hukum Taurat

10 Hukum Taurat
Kitab-Kitab Suci Terdahulu (Taurot, Zabur, Dan Injil)
Setiap Nabi dan rosul menerima wahyu (pengetahuan tentang hukum syara' sebagai pedoman hidup) dari Allah SWT. Wahyu-wahyu tersebut kemudian ada yang ditulis dan dikumpulkan dalam bentuk suhuf (lembaran-lembaran), ada pula yang dibukukan menjadi kitab.

Beberapa nabi dan rosul yang memiliki suhuf, ialah:

1) Nabi Adam as. memiliki 10 suhuf;

2) Nabi Syits as. memiliki 50 suhuf;

3) Nabi Idris as. memiliki 30 suhuf;

4) Nabi Ibrohim as. memiliki 10 suhuf; dan

5) Nabi Musa as. memiliki 10 suhuf, sebelum memperoleh Kitab Taurat

Empat nabi dan rosul yang mempunyai kitab, ialah:

1. Nabi Musa as. mempunyai Kitab Taurot.

2. Nabi Dawud as. mempunyai Kitab Zabur

3. Nabi Isa as. (disebut juga Yesus Kristus) mempunyai Kitab Injil

4. Nabi Muhammad saw. mempunyai Kitab Al-Quran/Al-Furqon.

Percaya kepada kitab-kitab Allah SWT merupakan Rukun Iman empat. Oleh karena itu, selain percaya kepada Al-Qur'an, seorang muslim wajib mempercayai pula bahwa Allah SWT pernah menurunkan kitab-kitab suci yang lain kepada nabi dan rosul sebelumm kehadiran Nabi Muhammad saw.

Kitab Taurot
Kitab Taurot adalah kumpulan firman-firman Allah SWT yang diwahyukan kepada Nabi Musa as. Kitab ini berlaku hanya bagi Nabi Musa as. dan Bani Israil. Firman Allah SWT. "Dan sungguh Kami telah memberikan Kitab (Taurot) kepada Musa." (QS. 2/Al-Baqoroh: 87) Dan Kami berikan kepada Musa kitab (Taurot) dan Kami menjadikannya petunjuk bagi Bani Israil dengan firman), "Janganlah kamu mengambil (pelindung) selain Aku." (QS. 17/Al-Isro': 2)

Kitab Taurot ini hanyalah salah satu bagian dari Kitab Suci agama Yahudi yang disebut Biblia/Al-Kitab yang terdiri dari Thora, Nabiin, dan Khetubiin. Di kemudian hari orang Kristen menamainya Perjanjian Lama (Old Testament). Konon Taurot yang tertuang dalam Perjanjian Lama tersebut berasal dari Nabi Musa as. dan dibagi menjadi lima kitab, yaitu:

1.Kitab Kejadian (Genesis) yang mengisahkan kejadian alam semesta, kejadian Adam dan Hawa serta dikeluarkannya mereka dari surga, dan turunnya Adam dan sejumlah nabi sampai Yusuf as.

2. Kitab Keluaran (Exodus) yang mengisahkan tentang keluarnya Bani Israil dari Mesir yang dipimpin Nabi Musa as. akibat penindasan Fir'aun, keberadaan Musa di Padang Tih, Semenanjung Sinai selama 40 tahun, munajat Musa as. terhadap Yahwe (Allah SWT), sampai turunnya Sepuluh Perintah.

3 Kitab Imamat (Leviticus) yang berisi kumpulan hukum/syariat dalam agama Yahudi

4. Kitab Bilangan (numbers) yang menerangkan jumlah keturunan dua belas Bani Israil pada zaman Nabi Musa as.

5. Kitab Ulangan (Deuteronomy) yang berisi pengulangan kisah kepergian Bani Israil dari Mesir dan pengulangan kumpulan peraturan.

Kata Taurot berasal dari bahasa Ibroni: "Thora" yang berarti syariat atau hukum. Kitab Taurot itu sendiri memang diturunkan dalam bahasa Ibroni. Nama Taurot disebut dalam Al-Quran sebanyak delapan belas kali. Isi pokok kitab ini adalah Sepuluh firman atau Perintah (Ten Commandements) Allah SWT yang diterima oleh Nabi Musa as ketika berada di puncak gunung Thursina.

Sepuluh Firman atau Perintah yang mencakup asas-asas akidah (keyakinan) dan asas-asas syariat (kebaktian) itu termuat dalam kitab Keluaran pasal 20: 1-17 dan Kitab Ulangan pasal 5: 1-21.

Sepuluh Perintah Allah SWT tersebut sebagai berikut:

1. keharusan mengakui ke-Esa-an Allah dan mencintai-Nya.

2. larangan menyembah patung atau berhala, sebab Allah SWT tidak dapat diserupakan dengan makhluk-makhluk-Nya baik yang ada di langit, di darat, maupun di air.

3. perintah menyebut nama Allah SWT dengan hormat

4. perintah memuliakan hari Sabat (sabtu)

5. perintah menghormati ayah-ibu

6. larangan membunuh sesama manusia

7. larangan berbuat cabul (mendekati zina)

8. larangan mencuri

9. larangan berdusta (menjadi saksi palsu)

10. larangan berkeinginan memiliki atau menguasai barang orang lain dengan cara yang tidak benar.
Selain Sepuluh Firman atau Perintah Allah SWT tersebut, Nabi Musa as. juga menerima wahyu lain tentang cara melaksanakan sholat, berqurban, upacara, dan lain sebagainya. Dalam menyiarkan ajaran tersebut, Nabi Musa as., dibantu oleh saudaranya, Nabi Harunas.

Hanya saja, yang patut disesalkan, beberapa waktu lamanya setelah Nabi Musa as. wafat, isi kitab
Taurot diubah oleh pemuka Yahudi. Sebagian firman Allah SWT dalam kitab tersebut mereka gelapkan, sebagaimana telah diberitakan oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an. Mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana semestinya saat mereka berkata: "Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia." Katakanlah (Muhammad): "Siapakah yang menurunkan kitab (Taurot) yang dibawa Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu mempelihatkan (sebagiannya) dan banyak yang kamu sembunyikan, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang tidak diketahui, baik olehmu maupun oleh nenek-moyangmu." Katakanlah: "Allah-lah (yang menurunkannya)". Kemudian (setelah itu) biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya. (QS. 6/Al-An'am: 91) Maksudnya Nabi Muhammad sawdisuruh meninggalkan orang-orang yang mempermainkan agama setelah menyampaikan petunjuk yang benar.

Di antara isi Kitab Taurot yang diubah adalah tentang kerosulan Muhammad dan sifat-sifatnya.

"Apakah kamu (muslimin) sangat mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, sedangkan segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah memahaminya, padahal mereka mengetahui." (QS. 2/ Al-Baqoroh: 75) Ayat ini menegaskah bahwa segolongan orang Yahudi telah mengubah isi Taurot, antara lain yang berhubungan dengan kerosulan Muhammad saw.
Setelah adanya perubahan isi dalam kitab Taurot tersebut, masihkah kita wajib mempercayainya? Disini perlu kiranya penulis kutipkan cara menyikapi kitab Taurot seperti yang diterangkan dalam Ensiklopedi Islam Indonesia karya Tim Penulis IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta: Djambatan, 1992.

" ...Oleh karena itu keimanan umat Islam dengan Taurot sebagai satu di antara kitab-kitab suci yang diwahyukan sebelum Al-Qur'an, sudah cukup dalam bentuk membenarkan berita Al-Qur'an dan hadits Nabi, bahwa dulu Nabi Musa menerima firman - firmanTuhan, yang dinamakan dengan Taurot. Sebagian firman-firman yang disampaikan kepada Musa itu disebutkan dalam Al-Qur'an dan apa yang disebutkan Al-Qur'an itu tentu dipercaya sebagai bagian dari kandungan Taurot".

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Contoh Dakwah Islam - Artikel Populer