Kepribadian nabi Muhammad saw - Nama dan kepribadian nabi muhammad saw
Nabi Muhammad Rosulullah saw. memiliki beberapa nama. Muslim meriwayatkan, bahwa beliau bersabda: "Aku memiliki beberapa nama:
# aku bernama Muhammad;
# aku bernama Ahmad;
# aku bernama Al-Makhi (penumpas), dimana Allah menumpas kekafiran karena aku;
#aku bernama khasyiir (pengumpul), dimana Allah mengumpulkan manusia atas risalahku;
# aku bernama Al-'Agib (penutup), dimana tidak ada seorang nabi lagi sesudahku; dan
# Allah memberiku pula nama Ro 'uf (penyantun) dan Rokhim (penyayang)." (HR. Muslim)
Muhammad Rosulullah saw. adalah nabi terakhir yang diutusoleh Allah SWT. "Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang diantara kamu, tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Dan Allah Mengetahui segala sesuatu." (QS. 33/ Al-Ahzab: 40) Ayat inimenegaskan bahwa Nabi Muhammad saw. bukanlah bapak darisalah seorang sahabat, karena itu janda Zaid (bernama Zainab) dapat beliau nikahi.
Sebagai nabi dan rosul terakhir, Muhammad saw. tidak hanya diutus kepada segolongan umat seperti halnya nabi-nabi terdahulu,melainkan untuk seluruh umat manusia. "Kami mengutus engkau (Muhammad) menjadi rosul kepada (seluruh) manusia. Dan cukuplah Allah yang menjadi saksi." (QS. 4/ An-Nisa': 79)
Nabi Muhammad Rosulullah saw. terkenal memiliki kepribadian dan jiwa kepemimpinan yang terpuji. Hal itu telah diungkapkan dalam ayat-ayat Al-Qur'an, antara lain: "Maka berkat rahmat Allah, engkau (Muhammad) berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu." (QS. 3/Ali Imron: 159) "Sungguh, telah datang kepadamu seorang rosul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, dia sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman." (QS. 9/ At-Taubah: 128)
Karena itu Allah SWT menegaskan, "Sungguh telah ada pada (din) Rosulullah itu teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat serta banyak mengingat Allah." (QS. 33/ Al-Ahzab: 21) "Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang luhur," (QS. 68/Al-Qolam: 4) Allah SWT juga meninggikan namanya, "Kami tinggikan sebuatan (nama)mu bagimu." (QS. 94/ Al-Insyiroh: 4) Maksud ayat yang terakhir ini adalah, meninggikan derajat dan mengikutkan namanya dengan nama Allah dalam kalimat syahadat, serta menjadikan taat kepada nabi termasuk taat kepada Allah SWT.
Para sahabat juga memberikan kesaksian atas keluhuran akhlak Muhammad Rosulullah saw. baik selaku nabi maupun sebagai pemimpin umat. Antara lain mereka katakan, bahwa Nabi saw.:
1. sangat dermawan. Ibnu Syihab ra. mengemukakan, setelah perang di Hunain Rosulullah saw. memberi Shofwan bin Umaiyah seratus ekor ternak, kemudian ditambahnya seratus ekor lagi." (HR. Muslim)
2. selalu mengabulkan permintaan orang lain. Jabir bin Abdullah ra. menceritakan, "Apabila Rosulullah saw. dimintai sesuatu, beliau tidak pernah menjawab dengan perkataan: 'Tidak'." (HR. Muslim)
3. bersikap bijak. Abu Huroiroh ra. mengisahkan, ketika ada seorang Arab Dusun kencing di masjid para sahabat membentaknya. Lalu Muhammad Rosulullah saw. bersabda, "Biarkanlah dia. Dan siramlah kencingnya itu dengan seember air. Kalian semua diperintah untuk berlaku manis dan bijak. Bukan berlaku kasar dan menimbulkan kesulitan". (HR. Bukhori) Ketika itu lantai masjid yang dikencingi oleh orang Arab dusun tersebut berupa pasir. Jadi sekali disiram seember air, air kencingnya meresap ke dalam pasir.
4. pemberani. Anas bin Malik ra. mengungkapkan, "Rosulullah saw. adalah orang yang paling baik, paling pemurah, dan paling pemberani. Pada suatu malam penduduk Madinah dikejutkan oleh suatu suara. Lalu orang banyak keluar ke arah datangnya suara itu. Di tengah jalan mereka berpapasan dengan Rosulullah saw. yang hendak pulang. Rupanya beliau telah mendahului mereka ke tempat asal suara tersebut. Beliau mengendarai kuda yang dipinjamnya dari Abu Tholhah, sambil menyandang pedang. Sabda beliau: 'Jangan panik, jangan panik'. Kami dapati beliau memang santai-santai saja, dan berkuda perlahan-lahan". (HR. Muslim)
5. tempat berlindung para sahabat. Ali bin Abu Tholib ra. mengabarkan, "Pada saat pertempuran sedang hebat-hebatnya, kami selalu berlindung di belakang Rosulullah saw. Tidak ada orang yang lebih berani mendekati musuh seperti beliau". (HR. Muslim)
Tampilkan postingan dengan label kisah hidup nabi muhammad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah hidup nabi muhammad. Tampilkan semua postingan
Kisah Hidup Nabi Muhammad
Kisah Hidup Nabi Muhammad - Muhammad Rosulullah Saw.
Dan kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada semua umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (QS. 34/Saba': 25) Ayat ini membantah adanya anggapan bahwa Nabi Muhammad saw. hanya diutus untuk orang Arab saja. Sebab ajaran yang dibawanya adalah untuk seluruh umat manusia di muka bumi ini.
Muhammad saw. adalah putra dari Aminah binti Wahab dan Abdullah bin Abdul Mutholib (wafat sewaktu Nabi masih dalam kandungan). Ia dilahirkan di Mekah, tepatnya sekitar 200 meter dari Masjidil Haram, pada hari Senin menjelang terbit fajar, 12 Robiul Awal tahun Gajah (20 April 571 M). Tempat kelahiran Nabi itu kini dijadikan perpustakaan "Maktabah Makkah Al-Mukarromah."
Penamaan tahun Gajah itu sendiri karena pada waktu itu bala tentara pimpinan Abroha, Gubernur Yaman menyerang Ka'bah dengan mengendarai gajah. Namun Abroha beserta pasukannya berhasil dihancur-lumatkan oleh pasukan burung ababil yang diperintahkan oleh Allah SWT menghujani mereka dengan batu-batu dari tanah yang terbakar (simaklah QS. 105/ Al-Fil: 1-5)
Sebagaimana anak-anak bangsawan lainnya pada masa itu,Muhammad disusukan pada wanita Badiyah (sebuah dusun diPadang Pasir) bernama Halimah Abi Dzubaidah As-Sa'diyah dariSa'ad Kabilah Hawazin. Di perkampungan Bani Sa'ad inilah ia dibesarkan sampai usia lima tahun. Setelah itu Muhammad diasuh sendiri oleh ibunya. Satu tahun kemudian, sewaktu Muhammad berumur enam tahun, Aminah meninggal dunia. Sejak itu Muhammmad diasuh oleh kakeknya, Abdul Mutholib. Tidak lama kemudian kakeknya juga meninggal dunia, maka ia dibesarkan oleh pamannya, Abu Tholib.
Pada usia 12 tahun, Muhammad diajak pamannya berdagang ke negeri Syam. Sesampainya mereka di kota Bushro, ada seorang pendeta Kristen bernama Buhiro yang memperhatikan Muhammad dan terperanjat menyaksikan adanya tanda-tanda kenabian padanya sesuai benar dengan yang diceritakan dalam Injil. Karena itu Pendeta Buhiro menyarankan Abu Tholib agar segera membawa Muhammad pulang kembali. Sebab ia khawatir jika orang-orang Yahudi mengetahuinya, mereka akan mencelakakannya. Pendeta Buhiro juga berpesan supaya Abu Tholib memelihara dan menjaga keponakannya itu baik-baik, karena ia calon pemimpin umat.
Sejak masa kanak-anak, Muhammad saw telah menunjukkan sifat-sifat seorang pemimpin. Ia melaksanakan pekerjaannya sebagai penggembala kambing dengan sebaik-baiknya. Berbagai catatan sejarah, termasuk yang ditulis oleh pakar-pakar Barat, mengakui bahwa Muhammad saw seorang figur yang sangat cerdas, dan memiliki daya ingat sangat kuat. Lebih dari itu ia seorang yang rendah hati, penuh kasih sayang kepada sesamanya, senantiasa menjauhi perbuatan keji dan kotor, jujur dalam setiap tindaklakunya, serta lembut dan benar perkataannya. Pantaslah jika masyarakat memberinya gelar Al-Amin (artinya orang yang dapat dipercaya).
Sewaktu berusia 25 tahun, Muhammad dipercaya oleh seorang wanita terhormat yang kaya-raya bernama Khodijah binti Khuwalid untuk menjual barang-barang dagangannya ke Syiria. Ketika itu Muhammad saw. ditemani oleh pembantu Khodijah bernama Maisaroh. Perilaku dan tuturkata Muhammad yang terpuji menyebabkan ia berdagang dengan mudah. Seluruh barang dagangan terjual Nabis dalam waktu relatif singkat dan mendapat untung besar. Semua itu Maisaroh ceritakan kepada Khodijah.
Sejak itulah Khodijah terpikat oleh kepribadian Muhammad, dan tidak lama kemudian Allah SWT mentakdirkan keduanya menjadi suami istri. Status Khodijah saat itu adalah seorang janda berusia 40 tahun. Lima belas tahun lebih tua dari Muhammad saw. Pernikahan mereka dikaruniai anak tiga putra, dan empat putri. Ketiga putranya Al-Qosim, Abdullah, dan Thoyyib, semuanya meninggal dunia sewaktu masih kecil. Empat putrinya, ialah Zainab, Ruqoyyah, Ummu Kaltsum, dan Fatimah.
Sewaktu Muhammad saw. berusia 35 tahun, Mekah dilanda banjir besar sehingga merobohkan Ka'bah. Setelah musibah banjir tersebut, kaum Quraisy membangun Ka'bah kembali. Ketika pembangunan Ka'bah telah usai, para pembesarnya bertengkar tentang siapa yang berhak meletakkan Hajar Aswad pada posisinya semula. Untuk menghindari permusuhan di antara mereka, akhirnya disepakati bahwa siapa yang masuk Masjidil Haram lebih dulu, maka dialah yang berhak meletakkan Hajar Aswad. Ternyata, yang memasuki Masjidil Haram lebih dulu adalah Muhammad saw.
"Inilah Muhammad Al-Amin. Kami rela kepadanya," komentar sebagian pembesar Quraisy gembira, karena yang mereka setujui adalah orang yang jujur dan benar tuturkatanya.
Muhammad saw. menyambut baik penunjukan atas dirinya. Sekalipun ia satu-satunya yang dipercaya melakukan tugas tersebut, namun Muhammad selaku orang muda merasa perlu memberikan penghormatan kepada para pembesar Quraisy. Untuk itu Muhammad saw. membentangkan kain sorbannya di tanah, lalu meletakkan Hajar Aswad di atasnya, kemudian memanggil empat kepala suku dari bangsa Quraisy untuk mengangkat empat sudut kain sorban itu, sedangkan ia yang memegangi Hajar Aswad dan meletakkannya di tempat semula.
Pada usia 40 tahun, Muhammad menerima wahyu pertama ketika berkholwat (menyepi untuk beribadah guna mendekatkan diri kepada Allah) di Gua Hiro'. Sejak itulah ia diangkat menjadi seorang nabi dan mulai menyiarkan agama Islam secara diam-diam, sesuai dengan perintah Allah SWT.
Orang-orang pertama yang beriman kepadanya, ialah: Abu Bakar, dari kalangan orang tua;Khodijah binti Khuwalid, dari kaum wanita;Ali bin Abi Tholib, dari golongan anak-anak; dan Zaid bin Haritsah, dari golongan budak.
Beberapa waktu kemudian, kalangan elit kaum Quraisy pun menyatakan memeluk Islam, antara lain: Utsman bin Affan, Zubair bin Al-Awam, Abdurrohman bin Auf, Abdullah bin Mas'ud, Sa'ad bin Abi Waqos, dan Tholha bin Ubaidillah.
Kurang lebih selama tiga tahun Nabi Muhammad berdakwah secara diam-diam, sampai "turun" wahyu yang memerintahkannya untuk berdakwah secara terang-terangan.. "Maki sampaikanlah (Muhammad) secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang musyrik." (QS. 15/Al Hijr: 94)
Sambutan penduduk Mekah pada mulanya menggembirakan. Hanya saja para pemimpin dan bangsawan Quraisy terhina oleh seruan Nabi untuk meninggalkan kebiasaan menyembah berhala karena itu bukan Tuhan. Sedangkan Tuhan yang patut disembah ialah Allah SWT Yang Maha Esa. Sejak itu mereka melakukan penganiayaan terhadap Nabi dan para pengikutnya.
Guna menghindari penganiayaan orang-orang kafir Quraisy lebih jauh, Nabi saw. memerintahkan pengikutnya hijrah (pindah) ke Habsyah (Habsyi). Di sana ada raja Najasyi yang mengakui kebenaran ajaran Nabi karena datang dari zat yang menurunkan risalah Isa as. Yang pergi pada saat itu 15 orang, terdiri dari 11 pria dan 4 wanita. Kelompok kedua yang menyusul berhijrah 76 orang, terdiri dari 63 pria dan 13 wanita.
Dari hari ke hari pengikut Nabi saw. semakin bertambah. Untuk menghentikan dakwah beliau, kaum Quraisy merencanakan pembunuhan terhadap Nabi saw. Berkat usaha Abu Tholib, Nabi dapat diselamatlkan. Orang-orang kafir Quraisy akhirnya memboikot keluarga Nabi dan para pengikutnya. Semua orang kafir dilarang mengadakan hubungan kekeluargaan dan dagang dengan orang-orang Islam, hingga Nabi beserta seluruh pengikutnya memakan dedaunan sampai selama sekitar tiga tahun.
Masa pemboikotan itu berakhir pada tahun ke 10 kenabian. Pada waktu itulah Abi Tholib yang membela beliau mati-matian meninggal dunia. Dengan sendirinya semakin bertambah hebat gangguan kaum Quraisy kepadanya. Selanjutnya Nabi bersama Zaid bin Haritsah berdakwah ke Thoif, tepatnya kepada kabilah Tsaqif. Namun sambutan kabilah Tsaqif sangat tidak manusiawi. Mereka melempari Nabi saw. dengan batu, hingga tumit beliau terluka.
Keadaan di Mekah semakin mengancam jiwa Nabi saw, oleh karena itu beliau memutuskan hijrah ke kota Yastrib, kemudian diganti namanya dengan Madinah Al-Munawaroh, sebab Islam sudah berkembang di sana melalui orang-orang Yastrib yang ketika mengunjungi Ka'bah bertemu Nabi dan menerima ajarannya. Itu terjadi pada tahun ketiga belas kenabian.
Sebelum sampai di Kota Madinah, Nabi Muhammad saw singgah di kota kecil, Kuba untuk beberapa waktu lamanya. Di Kuba beliau sempat mendirikan Masjid. Setelah cukup lama tinggal di Kuba, Nabi saw. melanjutkan perjalanan ke Madinah. Di kota ini pun Nabi membangun Masjid bersama-sama dengan kaum Muhajirin (sebutan bagi orang Islam yang berasal dari Mekah) dan kaum Anshor (sebutan bagi orang Islam yang berasal dari Madinah).
Pada Hari Sabtu, 25 Dzul Qo'dah, tahun Hijriyah, Nabi beserta para pengikutnya yang telah mencapai jumlah ribuan menunaikan ibadah haji untuk pertama kalinya sekaligus sebagai haji wada'. Sekalipun umat Islam kala itu sudah sangat kuat, namun Nabi Muhammad Rosulullah saw. tidak menyimpan dendam terhadap orang-orang kafir Quraisy yang pernah menganiaya beliau dan para pengikutnya. Bahkan beliau menjamin hak-hak hidup mereka. Beberapa bulan setelah haji wada' beliau sakit keras dan wafat. Tepatnya pada hari Senin, 12 Robiul Awal, dalam usia 63 tahun.
Dan kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada semua umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (QS. 34/Saba': 25) Ayat ini membantah adanya anggapan bahwa Nabi Muhammad saw. hanya diutus untuk orang Arab saja. Sebab ajaran yang dibawanya adalah untuk seluruh umat manusia di muka bumi ini.
Muhammad saw. adalah putra dari Aminah binti Wahab dan Abdullah bin Abdul Mutholib (wafat sewaktu Nabi masih dalam kandungan). Ia dilahirkan di Mekah, tepatnya sekitar 200 meter dari Masjidil Haram, pada hari Senin menjelang terbit fajar, 12 Robiul Awal tahun Gajah (20 April 571 M). Tempat kelahiran Nabi itu kini dijadikan perpustakaan "Maktabah Makkah Al-Mukarromah."
Penamaan tahun Gajah itu sendiri karena pada waktu itu bala tentara pimpinan Abroha, Gubernur Yaman menyerang Ka'bah dengan mengendarai gajah. Namun Abroha beserta pasukannya berhasil dihancur-lumatkan oleh pasukan burung ababil yang diperintahkan oleh Allah SWT menghujani mereka dengan batu-batu dari tanah yang terbakar (simaklah QS. 105/ Al-Fil: 1-5)
Sebagaimana anak-anak bangsawan lainnya pada masa itu,Muhammad disusukan pada wanita Badiyah (sebuah dusun diPadang Pasir) bernama Halimah Abi Dzubaidah As-Sa'diyah dariSa'ad Kabilah Hawazin. Di perkampungan Bani Sa'ad inilah ia dibesarkan sampai usia lima tahun. Setelah itu Muhammad diasuh sendiri oleh ibunya. Satu tahun kemudian, sewaktu Muhammad berumur enam tahun, Aminah meninggal dunia. Sejak itu Muhammmad diasuh oleh kakeknya, Abdul Mutholib. Tidak lama kemudian kakeknya juga meninggal dunia, maka ia dibesarkan oleh pamannya, Abu Tholib.
Pada usia 12 tahun, Muhammad diajak pamannya berdagang ke negeri Syam. Sesampainya mereka di kota Bushro, ada seorang pendeta Kristen bernama Buhiro yang memperhatikan Muhammad dan terperanjat menyaksikan adanya tanda-tanda kenabian padanya sesuai benar dengan yang diceritakan dalam Injil. Karena itu Pendeta Buhiro menyarankan Abu Tholib agar segera membawa Muhammad pulang kembali. Sebab ia khawatir jika orang-orang Yahudi mengetahuinya, mereka akan mencelakakannya. Pendeta Buhiro juga berpesan supaya Abu Tholib memelihara dan menjaga keponakannya itu baik-baik, karena ia calon pemimpin umat.
Sejak masa kanak-anak, Muhammad saw telah menunjukkan sifat-sifat seorang pemimpin. Ia melaksanakan pekerjaannya sebagai penggembala kambing dengan sebaik-baiknya. Berbagai catatan sejarah, termasuk yang ditulis oleh pakar-pakar Barat, mengakui bahwa Muhammad saw seorang figur yang sangat cerdas, dan memiliki daya ingat sangat kuat. Lebih dari itu ia seorang yang rendah hati, penuh kasih sayang kepada sesamanya, senantiasa menjauhi perbuatan keji dan kotor, jujur dalam setiap tindaklakunya, serta lembut dan benar perkataannya. Pantaslah jika masyarakat memberinya gelar Al-Amin (artinya orang yang dapat dipercaya).
Sewaktu berusia 25 tahun, Muhammad dipercaya oleh seorang wanita terhormat yang kaya-raya bernama Khodijah binti Khuwalid untuk menjual barang-barang dagangannya ke Syiria. Ketika itu Muhammad saw. ditemani oleh pembantu Khodijah bernama Maisaroh. Perilaku dan tuturkata Muhammad yang terpuji menyebabkan ia berdagang dengan mudah. Seluruh barang dagangan terjual Nabis dalam waktu relatif singkat dan mendapat untung besar. Semua itu Maisaroh ceritakan kepada Khodijah.
Sejak itulah Khodijah terpikat oleh kepribadian Muhammad, dan tidak lama kemudian Allah SWT mentakdirkan keduanya menjadi suami istri. Status Khodijah saat itu adalah seorang janda berusia 40 tahun. Lima belas tahun lebih tua dari Muhammad saw. Pernikahan mereka dikaruniai anak tiga putra, dan empat putri. Ketiga putranya Al-Qosim, Abdullah, dan Thoyyib, semuanya meninggal dunia sewaktu masih kecil. Empat putrinya, ialah Zainab, Ruqoyyah, Ummu Kaltsum, dan Fatimah.
Sewaktu Muhammad saw. berusia 35 tahun, Mekah dilanda banjir besar sehingga merobohkan Ka'bah. Setelah musibah banjir tersebut, kaum Quraisy membangun Ka'bah kembali. Ketika pembangunan Ka'bah telah usai, para pembesarnya bertengkar tentang siapa yang berhak meletakkan Hajar Aswad pada posisinya semula. Untuk menghindari permusuhan di antara mereka, akhirnya disepakati bahwa siapa yang masuk Masjidil Haram lebih dulu, maka dialah yang berhak meletakkan Hajar Aswad. Ternyata, yang memasuki Masjidil Haram lebih dulu adalah Muhammad saw.
"Inilah Muhammad Al-Amin. Kami rela kepadanya," komentar sebagian pembesar Quraisy gembira, karena yang mereka setujui adalah orang yang jujur dan benar tuturkatanya.
Muhammad saw. menyambut baik penunjukan atas dirinya. Sekalipun ia satu-satunya yang dipercaya melakukan tugas tersebut, namun Muhammad selaku orang muda merasa perlu memberikan penghormatan kepada para pembesar Quraisy. Untuk itu Muhammad saw. membentangkan kain sorbannya di tanah, lalu meletakkan Hajar Aswad di atasnya, kemudian memanggil empat kepala suku dari bangsa Quraisy untuk mengangkat empat sudut kain sorban itu, sedangkan ia yang memegangi Hajar Aswad dan meletakkannya di tempat semula.
Pada usia 40 tahun, Muhammad menerima wahyu pertama ketika berkholwat (menyepi untuk beribadah guna mendekatkan diri kepada Allah) di Gua Hiro'. Sejak itulah ia diangkat menjadi seorang nabi dan mulai menyiarkan agama Islam secara diam-diam, sesuai dengan perintah Allah SWT.
Orang-orang pertama yang beriman kepadanya, ialah: Abu Bakar, dari kalangan orang tua;Khodijah binti Khuwalid, dari kaum wanita;Ali bin Abi Tholib, dari golongan anak-anak; dan Zaid bin Haritsah, dari golongan budak.
Beberapa waktu kemudian, kalangan elit kaum Quraisy pun menyatakan memeluk Islam, antara lain: Utsman bin Affan, Zubair bin Al-Awam, Abdurrohman bin Auf, Abdullah bin Mas'ud, Sa'ad bin Abi Waqos, dan Tholha bin Ubaidillah.
Kurang lebih selama tiga tahun Nabi Muhammad berdakwah secara diam-diam, sampai "turun" wahyu yang memerintahkannya untuk berdakwah secara terang-terangan.. "Maki sampaikanlah (Muhammad) secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang musyrik." (QS. 15/Al Hijr: 94)
Sambutan penduduk Mekah pada mulanya menggembirakan. Hanya saja para pemimpin dan bangsawan Quraisy terhina oleh seruan Nabi untuk meninggalkan kebiasaan menyembah berhala karena itu bukan Tuhan. Sedangkan Tuhan yang patut disembah ialah Allah SWT Yang Maha Esa. Sejak itu mereka melakukan penganiayaan terhadap Nabi dan para pengikutnya.
Guna menghindari penganiayaan orang-orang kafir Quraisy lebih jauh, Nabi saw. memerintahkan pengikutnya hijrah (pindah) ke Habsyah (Habsyi). Di sana ada raja Najasyi yang mengakui kebenaran ajaran Nabi karena datang dari zat yang menurunkan risalah Isa as. Yang pergi pada saat itu 15 orang, terdiri dari 11 pria dan 4 wanita. Kelompok kedua yang menyusul berhijrah 76 orang, terdiri dari 63 pria dan 13 wanita.
Dari hari ke hari pengikut Nabi saw. semakin bertambah. Untuk menghentikan dakwah beliau, kaum Quraisy merencanakan pembunuhan terhadap Nabi saw. Berkat usaha Abu Tholib, Nabi dapat diselamatlkan. Orang-orang kafir Quraisy akhirnya memboikot keluarga Nabi dan para pengikutnya. Semua orang kafir dilarang mengadakan hubungan kekeluargaan dan dagang dengan orang-orang Islam, hingga Nabi beserta seluruh pengikutnya memakan dedaunan sampai selama sekitar tiga tahun.
Masa pemboikotan itu berakhir pada tahun ke 10 kenabian. Pada waktu itulah Abi Tholib yang membela beliau mati-matian meninggal dunia. Dengan sendirinya semakin bertambah hebat gangguan kaum Quraisy kepadanya. Selanjutnya Nabi bersama Zaid bin Haritsah berdakwah ke Thoif, tepatnya kepada kabilah Tsaqif. Namun sambutan kabilah Tsaqif sangat tidak manusiawi. Mereka melempari Nabi saw. dengan batu, hingga tumit beliau terluka.
Keadaan di Mekah semakin mengancam jiwa Nabi saw, oleh karena itu beliau memutuskan hijrah ke kota Yastrib, kemudian diganti namanya dengan Madinah Al-Munawaroh, sebab Islam sudah berkembang di sana melalui orang-orang Yastrib yang ketika mengunjungi Ka'bah bertemu Nabi dan menerima ajarannya. Itu terjadi pada tahun ketiga belas kenabian.
Sebelum sampai di Kota Madinah, Nabi Muhammad saw singgah di kota kecil, Kuba untuk beberapa waktu lamanya. Di Kuba beliau sempat mendirikan Masjid. Setelah cukup lama tinggal di Kuba, Nabi saw. melanjutkan perjalanan ke Madinah. Di kota ini pun Nabi membangun Masjid bersama-sama dengan kaum Muhajirin (sebutan bagi orang Islam yang berasal dari Mekah) dan kaum Anshor (sebutan bagi orang Islam yang berasal dari Madinah).
Pada Hari Sabtu, 25 Dzul Qo'dah, tahun Hijriyah, Nabi beserta para pengikutnya yang telah mencapai jumlah ribuan menunaikan ibadah haji untuk pertama kalinya sekaligus sebagai haji wada'. Sekalipun umat Islam kala itu sudah sangat kuat, namun Nabi Muhammad Rosulullah saw. tidak menyimpan dendam terhadap orang-orang kafir Quraisy yang pernah menganiaya beliau dan para pengikutnya. Bahkan beliau menjamin hak-hak hidup mereka. Beberapa bulan setelah haji wada' beliau sakit keras dan wafat. Tepatnya pada hari Senin, 12 Robiul Awal, dalam usia 63 tahun.
Langganan:
Postingan (Atom)
Contoh Dakwah Islam - Artikel Populer
-
ILMU HADITS RIWAYAH DAN DIRAYAH MASALAH LAIN yang perlu kita pahami dalam mempelajari hadits, adalah kajian mengenai hadits yang disebut ...
-
Isi Kitab Zabur Kitab Zabur adalah kumpulan firman Allah SWT yang diwahyukan kepada Nabi Dawud as. "Dan sungguh, Kami telah memberi...
-
Sejarah Kitab Injil Injil adalah kitab yang berisi firman-firman Allah SWT yang diwahyukan kepada Nabi Isa as. (Yesus Kristus), putra dar...
-
Pengertian Syariat Islam - Syariat artinya jalan yang sesuai dengan undang-undang (peraturan) Allah SWT. Allah menurunkan agama Islam kep...
-
Macam-macam puasa wajib Sesungguhnya puasa wajib itu ada empat, yaitu : 1. Puasa Ramadhan yaitu puasa yang dilaksanakan selama bualn R...
-
Kisah 25 Nabi dan Rasul Lengkap Berikut kami sajika sekelumit kisah 25 (dua puluh lima) nabi dan rosul yang harus diyakini oleh Umat Isl...
-
Dalam sebagian redaksi dengan menggunakan bahasa, “hukum dan permasalahan yang terkait dengan nikah.” وَفِيْ بَعْضِ النّ...
-
Contoh Dakwah Islam - ISLAM adalah agama yang berasal dari Allah SWT yang diturunkan melalui utusanya Muhammad saw. Ajaran-ajaran Islam t...
-
Pengertian Ijtihad Ijtihad adalah usaha yang sungguh-sungguh dengan mengerahkan segala kemampuan nalar untuk menyelidiki dan menetapkan h...
-
Asmaul Husna dan Artinya Asmaul Husna berasal dari kata ismi (nama) husna (baik). Artinya nama-nama yang terbaik . Nama-nama tersebut han...

